Proses Latihan
Latihan merupakan suatu kegiatan peningkatan kemampuan kondisi fisik yang dilakukan secara sistematis dan berulang ulang dengan selalu adanya penigkatan kemampuan (overload). Dari kata yang dikutip ini sudah jelas bahwa latihan adalah suatu kegiatan yang akan membosankan, sehingga seorang pelatih harus dapat meramu kegiatan yang membosankan ini menjadi hal yang menarik, namun disamping it seharusnya pelatih sejak wal sudah mampu meyakinkan atlet bahwa jika dia mempunyai keinginan untuk menjadi atlet yang baik, salah satu syaratnya itu adalah dia mampu untuk mengalahkan rasa bosannya sehingga akan tumbuh rasa tanggung jawab dalam diri atlet ersebut untuk menjadi lebih baik lagi agar dia dapat meraih apa yang diinginkannya yatu menjadi seorang Juara.
Dalam proses latihan, seorang pelatih tidak dapat begitu saja memberikan program yang belum tentu dapat di ikuti oleh atletnya, pelatih harus tahu sedang berada dimana kah anak didiknya itu (seperti pada bagan yang terdapat di sebelah kanan). Dominannya seorang atlet membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjadi seorang juara dunia, yaitu sekitar 12 tahun. Adapunurutan proses latihan yaitu Training to foundation, training to leaning, training to training, training to compete, dan training to win.
1. Training to Foundation
Training to foundation atau latihan dasar adalah suatu proses pembentukan dasar dasar latihan. Pada proses ini terdapat pengenalan proses latihan bagi seorang atlet, dimana jangan ada penekanan kecabangan tertentu terhadap atlet tersebut, pada proses ini anak didik sebaiknya diberikan eksplorasi pengenlan cabang olahraga sebanyak mungkin, hingga nanti dia mampu memilih sendiri dimana dia merasa cocok dan ingin mendalami kecabangan tratentu. Disini usia atlet sebaiknya berkisar antara usia 6-10 tahun. Jangan sampai terjadi manipulasi latihan pada proses ini sebab jika terjadi akan terjadi kehancuran pada atlet tersebut, karena kondisi tubuhnya belum siap menerima keadaan latihan yang berat
2. Training to Learning
Trining to learning atau latihan untuk belajar adalah suatu proses latihan pembelajaran tentang makna makna latihan kepada anak didik seperti untuk apa kita latihan, mengapa kita harus latihan, apa pentingnya sportifitas, bagaimana peraturan peraturan(kecabangan) dan juga bagaimana menganalisais setiap gerakan yang dilakukan. Disini merupakan tahap yang cukup vital untuk perkembangan psikologis atlet, karena setiap latihan pada usia dini akan terus terekam pada otak kecil atlet maka selalu hindari handicaping habbits atau kesalahan yang berulang.
3. Trining to Training
Training to training atau latihan untuk berlatih adalah suatu proses dimana siswa atau atlet mulai memasuki suatu kecabangan dan dia harus sudah menyadari bahwa olahraga yang dipilihnya adalah olahraga yang akan ia tekuni berdasarkan keinginannya sendiri bukan karena ikut ikutan atau paksaan dari luar, sehingga dengan demikian dia akan berusaha melakukan usaha semaksimal mungkin agar keinginannya menjadi juara dapat tercapai tanpa ada rasa terbebani.
4. Training to Compete
Training to compete atau berlatih untuk bersaing adalah waktu dimana atlet untuk berusaha menonjolkan dirinya di muka publik dengan cara bersaing sehatbaik di dalam klub tau kompetisi terbuka, disini atlet sudah memasuki masa ahli, sehingga latihan yang dilakukannya pun bukan lagi untuk memperbaiki teknik atau gerakan gerakan namun dia mulai mengembangkan kreatifitasnya sendiri agar dapat bersaing dengan yang lain.
5. Training to Win
Training to win atau berlatih untuk juara adalah posisi dimana atlet sudah menginjak masa senior, latihan yang dilakukannya hanya cukup untuk menjaga kondisi fisiknya sedangkan teknik tekniknya sudah pasti telah dikuasinya sendiri, pelatih pun tak akan mampu mengubah karakternya lagi, yang perlu dilakuka elatih cukup memberikan program latihan apa yang akan membuat kondisinya tetap terjaga baik untuk tetap menjadi juara.
diposkan Oleh: Acil Irawan
diposkan Oleh: Acil Irawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar