Senin, 12 April 2010

orang tua membatasi hak anak??

Kasus anak dan balita yang merokok, seperti SW di Malang, mulai terungkap. Kebiasaan dan perilaku baik atau buruk pada anak tak terlepas dari pembelajarannya kepada lingkungan sekitar, yang dipenuhi orang dewasa, termasuk orangtua.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, sempat menemui SW. Dari pertemuannya, pemerhati anak dan pendidikan yang akrab disapa Kak Seto mendapati, SW sama seperti karakter anak lainnya yakni meniru lingkungan.

"Saat diajak adu kekuatan, adu ponco, SW senang dan mengikuti dengan antusias. Dengan menciptakan lingkungan yang positif, anak akan mengembangkan dirinya. Anak meniru lingkungannya, termasuk ketika lingkungan di sekitarnya merokok atau berbicara kasar, dia akan mengikuti juga jika tidak didukung dengan komunikasi yang baik," papar Kak Seto dalam acara Metro Pagi yang ditayangkan Metro TV pada Sabtu (10/4/2010).

Ketika orang dewasa merokok atau bicara kasar di depan anak, telah terjadi kekerasan terhadap anak. Menurut Kak Seto, tindakan tersebut telah melanggar hak anak. Karena seharusnya anak mendapat lingkungan positif yang membantunya mengembangkan diri. Misalnya, dengan memberikan anak ruang untuk menggali kreativitasnya.

Perlu keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang baik untuk anak. Perlu dibangun persepsi positif tentang anak. Setidaknya dengan tidak memberikan label anak nakal.

Tidak ada komentar: